Jaksa Tuntut 10 Tahun Penjara 2 Terdawa WNA Pembunuh Petugas Imigrasi Jakut

Kantorberita.co – Tiga bersaudara Warga Negara Asing (WNA) asal Uzbekistan, yang berupaya kabur dari tahanan dan enam orang
petugas dari kepolisian dan petugas Imigrasi yang menjadi korban, satu di antaranya meninggal dunia. Kedua terdakwa dituntut 10 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Subhan Noor Hidayat, di Pengadilan Negeri (PN), Jakarta Utara , Selasa lalu.

Warga Negara Asing ini dituntut JPU Subhan dihadapan Majelis Hakim Pimpinan, Libanus Sinurat didampingi Hakim anggota, Andi dan Sutaji. Ketiganya menyerang tujuh orang petugas di Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Jakarta Utara dengan pisau dapur saat mencoba melarikan diri dari ruang detensi..

Dari ketiga tersangka yang didakwa Jaksa hanya 2 terdakwa yaitu Terdakwa 1. Olimjon Makhmudov Mukhtar Ugli (28) pemilik paspor No.FA0820493, warga negara Uzbekistan, tinggal di UI Timur Malik 8/12, Distrik Yunus Abad Tashkent Uzbekistan.

Terdakwa 2. Murodjon Rakhimov Ibrokhimjon Ugli (27), pemilik Paspor No.FA0997738, warga negara Uzbekistan, tinggal di UI Elaton 56 Kokand, Fergana Region, Uzbekistan.

Jaksa menyebutkan bahwa perbuatan para terdakwa telah terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melanggar hukum sebagaimana disebutkan dalam dakwaan Pasal 170 KUHP ayat (2) ke 2 dan 3 KUHP, Pasal 211 KUHP Jo Pasal 214 ayat (1) dan ayat (2) ke 2 dan 3 KUHP, melakukan perbuatan, secara terang – terangan dan bersama –sama, serta kekerasan itu sampai menghilangkan nyawa.

Adapun orang korban yang terluka dari petugas kepolisian yaitu Dimas Yudhotom, Iqbal Zhaedar, Bahrin Gozali, Dhendri Ahmad Septian sedangkan korban dari Kantor Imigrasi yaitu : Dikky Firsthio Dammas, Supriyatna dan korban yang meninggal Adi Widodo.

Menurut JPU, berdasarkan kronologis kejadian sebelum melakukan pengeroyokan terhadap korban, mereka berempat yang satu bernama Bakhrom Jom Azizov hanya saksi, dititipkan sementara oleh Satuan Anti teror Densus 88 Polri disel Rumah Detensi Imigrasi (Denim) Lt 5 kantor Imigrasi Kelas 1 TPI, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Para terdakwa ditangkap Densus 88 Polri di berbagai lokasi wilayah hukum Indonesia April 2023. Penangkapan dilakukan karena diduga terkait atau terafiliasi dengan jaringan terorisme paham ISIS di negara Suriah. Sementara visa tinggal di Indonesia sudah berakhir (Overstay), sehingga dititipkan di sel tahanan Imigrasi Kelapa Gading.

Para terdakwa dan temannya melakukan tindak pidana penganiayaan tersebut pada hari
Minggu tanggal 9 April 2023 sekitar pukul 08.00 WIB, saksi bersama dengan tim (Sdr. Dimas Yudhotomop, Bahrin Gozali, Dhendri Ahmad Septian) menjalankan tugas menjaga tahanan
di Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Utara, Rukan Artha Gading Niaga, Jalan Boulevard Artha
Gading, Kel. Kelapa Gading Barat, Kec. Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang berada di lantai 5 gedung.

Saat itu saksi berjaga di lantai 4, Kemudian, pada saat saksi dan teman-teman lainnya berjaga dilanjuti hingga hari Senin tanggal 10 April 2023 sekitar pukul 03.30 WIB, saat saksi sedang menunggu waktu sahur, tiba-tiba terdengar suara benturan ketembok yang sangat keras yang membuat saksi terkejut sehingga membuat
saksi mengintip dibalik tirai mushola, saat itu saksi sedang bersama Dimas Yudhotomo dan Bahrin Gozal saksi Dhendri Ahmad Septia sudah
tertelungkup dilorong lantai tidak sadarkan diri
dianiaya oleh 3 orang pelaku Bekhzoo Anorbek Ugil, Olimjon Makhmudov Mukhtar Ugli dan Murodjon Rakhimov Ibrokhimjon Ugli

Saksi Bahrin Gozali berteriak ” Woy ngapain lu?”
setelah itu saksi, Dimas dan Bahrin yang sama-sama berada di mushola menghampiri orang-orang tersebut, namun saat itu salah satu pelaku yaitu Terdakwa 1. Olimjon Makhmudov Mukhtar Ugli kabur melarikan diri sedangkan Terdakwa 2. Bekhzoo Anorbek Ugil dan Murodjon Rakhimov Ibrokhimjon Ugli melakukan perlawanan terhadap saksi, Dimas dan Bahrin.

Dimas berhasil mengamankan Bekhzoo Anorbek Ugil dan diamankan di Mushola sedangkan Terdakwa 2. Murodjon Rakhimov Ibrokhimjon Ugli berhasil diamankan Bahrin dan Dhendri Ahmad Septian saat itu didapur hendak membantu namun tiba-tiba datang terdakwa 1 Olimjon Makhmudov Mukhtar Ugl menendang pintu dengan membawa senjata tajam berupa pisau sehingga membuat saksi, Dhendri Ahmad S dan Bahrin terkejut dan melawan dengan barang seadanya yaitu kipas angin dan kursi, tetapi karena pelaku membawa senjata tajam dan tidak mungkin untuk dilakukan perlawanan kembali mengingat Dhendri Ahmad P sudah berdarah, maka saksi, Dhendri, Bahrin dan Dimas pergi meninggalkan para terdakwa dan temannya ke lantai 3 gedung tersebut, namun saat itu Bahrin sempat tertusuk oleh para terdakwa dan temannya, selanjutnya saksi dan rekan-rekan saksi tersebut bersembunyi di sebuah ruangan untuk menghindari para terdakwa dan temannya di lantai 3 setelah itu saksi mendengar pelaku pergi meninggalkan Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Utara, setelah itu saksi, Dhendri, Bahrin dan Dimas keluar dari Kantor tersebut dan meminta tolong kepada warga sekitar untuk membawa Dhendri dan Bahrin ke Rumah Sakit sedangkan saksi masih kembali ke lantai 3 gedung tersebut untuk mencari korban lainnya.

Selanjutnya saksi menemukan korban Adi Widodo sudah tidak sadarkan diri di dalam kamar mandi dan saksi juga menemukan Sdr. Dikky Supriyatna, kemudian membawa keduanya ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Jakarta Utara, namun nyawa korban Adi Widodo tidak tertolong.

Sebagaimana hasil pantauan CCTV kantor Imigrasi Kelapa Gading, sekitar jam 3.30 wib, tanggal 10 April 2023, para terdakwa bangun tidur dan memberitahukan kepada saksi Azizon, bahwa mereka akan kabur. Azizon diajak kabur namun tidak mau karena sedang mengalami demam. Selanjutnya ketiga terdakwa menaiki plafon kamar mandi dengan menginjak ember, naik ke plafon dan berpindah ke kamar sebelah yang kosong, terang JPU.Shuban.

Akibat perbuatan tersebut keduanya dituntut masing- masing 10 tahun penjara. Sidang akan dilanjutkan Minggu depan dengan pembacaa pledoi dari penasehat hukum terdakwa, Elsa Nainggolan dari Pos Bantuan Hukum ( PosBakum) Pengadilan Negeri Jakarta Utara.dan dihadiri penterjemah bahasa Rusia yaitu Maria, untuk terdakwa agar dapat menjalani persidangan. (Butet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *