Tersangka lKorupsi Pemberian Fasilitas Kredit Fiktif Rp 2.249 M Ditahan

Kantorberita.co – JAKARTA. Kejaksaan Negeri, (Kejari), Jakarta Utara, berhasil kembali melalui Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus, menahan dan menetapkan tersangka berinisial AA terkait kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi, pada Rabu (29/5).

Penahanan tersangka AA, dilakukan setelah melakukan Penyelidikan dan Penyidikan serta gelar perkara atas dugaan korupsi yang dilakukan tersangka, penyalahgunaan pemberian fasilitas kredit tahun 2022 pada Bank Plat Merah.

Kepala Seksi Intelijen (Intel) Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, Rans Fismy SH MH, dalam siaran pers-nya menyampaikan, bahwa sekitar bulan Oktober 2022, tersangka AA, Sdr Heri, dan Sdr Ate diminta untuk mengejar target kredit dan apabila bisa dipenuhi sampai dengan akhir bulan mendapat keuntungan dari setiap pengajuan kredit tersebut.

Perbuatan tersebut dilakukan pada bulan November 2022, tersangka AA melakukan kredit fiktif dengan cara mengajukan fasilitas kredit menggunakan data nasabah yang telah mengajukan kredit sebelumnya. Sementara data nasabah yang digunakan tersangka berasal dari data nasabah yang meminjam bersamaan dengan BPUM (Bantuan Produktif Usaha Mikro).

Setelah kredit diajukan dan dicairkan. Lalu kredit cair tersebut dilunasi secara bertahap. Kemudian Tersangka AA memberikan kode untuk berkas kredit yang fiktif dengan penyebutan “BF”. AA mendapatkan data nasabah yang digunakan untuk kredit gaming dilakukan dengan cara mengambil data di Gudang”, terang Rans.

Berdasarkan hasil perhitungan atau audit sementara, bahwa perbuatan tersangka telah menimbulkan kerugian keuangan negara senilai
Rp. 2.249.061.537,- (dua milyar dua ratus empat puluh sembilan juta enam puluh satu ribu lima ratus tiga puluh tujuh ribu rupiah) yang sampai saat ini masih dalam proses audit perhitungan kerugian keuangan.

Untuk itu, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap Tersangka AA dilakukan penahanan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor : Print-79/M.1.11/Fd.1/05/2024 Tanggal 29 Mei 2024.

“Sekarang Tersangka AA dilakukan penahanan selama 20 (dua puluh) hari pada Rutan Kelas I Saleemba, Jakarta Pusat,” jelas Rans Rismy. Butet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *